Konsep
pembangunan manusia mempunyai cakupan yang lebih luas
dari teori konvensional pembangunan ekonomi. Model pertumbuhan ekonomi lebih menekankan pada peningkatan
PNB dari pada memperbaiki kualitas manusia. Pembangunan sumberdaya manusia
cenderung memperlakukan manusia sebagai input bagi
proses produksi sebagai alat, bukan sebagai tujuan
akhir. Pembangunan manusia lebih dari sekedar
pertumbuhan ekonomi, tetapi tidak anti pertumbuhan.
Dalam perspektif pembangunan manusia, pertumbuhan
ekonomi bukanlah tujuan akhir. Pertumbuhan ekonomi
adalah alat untuk mencapai tujuan akhir, yaitu
memperluas pilihan-pilihan bagi manusia.
Dalam perkembangannya IPM
(Indeks Pembangunan Manusia) merupakan penyajian sebagai
ukuran kemajuan pembangunan yang lebih memadai dan lebih
menyeluruh daripada ukuran tunggal pertumbuhan PDRB
perkapita.
Komponen Indeks Pembangunan
Manusia (IPM) Menurut Kabupaten/Kota di Sumatera Utara
terbagi menjadi 4 Komponen, yaitu:
-
Harapan Hidup (eo)
-
Melek huruf
-
Rata-rata lama sekolah
-
Pengeluaran rill
perkapita
Berdasarkan Susenas
2003-2006 BPS Propinsi Sumatera Utara, IPM Kabupaten
Asahan sebesar 70,7.
Dimana komponen Harapan
Hidup sebesar 68,4; Melek Huruf sebesar 7,2; Rata-rata
lama sekolah 95,6; dan Pengeluaran riil perkapita
sebesar 619,4.
Pembangunan
manusia memiliki banyak dimensi. Indeks Pembangunan
Manusia (IPM) merupakan ukuran agregat dari dimensi
dasar pembangunan manusia, Penghitungan IPM sebagai
indikator pembangunan manusia memiliki tujuan
Menciptakan suatu ukuran yang mencakup aspek sosial dan
ekonomi yang tersusun dalam komponen IPM. Sedangkan
komponen tersebut meliputi segala aspek pembangunan baik
itu pendidikan, kesehatan dan jaminan sosial.
Masyarakat dengan pendidikan yang memadai, ditunjang
dengan kesehatan yang baik, dapat menjadi aset
pembangunan kota yang berkualitas, penyelenggaraan
pelayanan kesehatan merupakan faktor penting bagi
pembangunan kota, karena erat kaitannya dengan mutu
sumber daya manusia sebagai salah satu modal
pembangunan. Jaminan kesehatan yang semakin baik akan
menghasilkan kualitas manusia yang lebih baik, yang pada
gilirannya akan meningkatkan produktivitas. Dengan
demikian, selain pembangunan pendidikan, pemerintah pun
sangat berkepentingan atas peningkatan kesehatan
masyarakat secara umum. Derajat kesehatan pada dasarnya
dapat digunakan untuk mengukur peningkatan kualitas SDM
yang ada.