PDRB Menurut Lapangan Usaha
Pada tahun 2007 PDRB Kabupaten Asahan atas dasar
harga berlaku (adhb) mencapai 8,183 triliun rupiah. Sektor pertanian merupakan
kontibutor utama yang memberikan peranan sebesar 37,85 persen. Selanjutnya
diikuti oleh sektor Industri (30,36 persen) dan sektor perdagangan, hotel dan
restoran sebesar 15,03 persen. Sedangkan sektor-sektor lainnya hanya menyumbang
total kontribusi sebesar 16,76 persen. Berdasarkan harga konstan (adhk) tahun
2000, PDRB Kabupaten Asahan pada tahun 2007 mencapai 4,671 triliun rupiah. Pada
tahun 2007 ini semua sektor ekonomi mengalami pertumbuhan dibandingkan tahun
2006.
Pada tahun 2007 pertumbuhan ekonomi Kabupaten
Asahan mencapai 4,89 persen, pertumbuhan sebesar terjadi pada sektor Industri
(8,74 persen). PDRB per kapita Kabupaten Asahan mengalami peningkatan
dibandingkan tahun 2006. Berdasarkan harga berlaku naik dari Rp. 11.019.931
menjadi Rp. 12.093.552, sedangkan adhk 2000 juga mengalami peningkatan dari Rp.
6.758.756 tahun 2006 menjadi Rp. 6.903.598 pada tahun 2007.
Angka perbandingan disajikan untuk melihat
gambaran tentang perbandingan data PDRB antara kabupaten/kota se-Sumatera Utara,
yang mencakup data total PDRB dan PDRB per kapita baik atas dasar harga berlaku
maupun atas dasar harga konstan tahun 2000. Pada tahun 2006 PDRB Kabupaten
Asahan (masih tergabung dengan Batu Bara) baik atas dasar harga berlaku maupun
atas dasar harga konstan 2000 menduduki peringkat ketiga di bawah Kota Medan dan
Kabupaten Deli Serdang terbesar. Sedangkan untuk PDRB per kapita Kabupaten
Asahan merupakan peringkat Kedua terbesar dibawah Kota Medan, sedangkan
Kabupaten Deli Serdang berada pada peringkat ketiga.