Wilayah Kabupaten Asahan memiliki garis pantai sepanjang ± 58 km menghadap
Selat Malaka dan berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia. Posisi
yang strategis ini sangat potensial bagi pengembangan transportasi barang dan
jasa melalui laut dari dan ke luar daerah, terutama ke negara tetangga,
Malaysia.
Pelabuhan Bagan Asahan terletak di muara Sungai Asahan, Kecamatan Tanjung Balai,
saat ini belum dioperasionalkan dan sedang dalam rencana pengembangan sebagai
pelabuhan alternatif lain setelah Pelabuhan Belawan, Medan.
Pelabuhan Bagan Asahan milik PT. Pelindo I dibangun sejak tahun 1994
direncanakan sebagai pelabuhan cargo dan ferry. Beberapa fasilitas pelabuhan
telah dibangun, namun infrastruktur terutama jalan akses menuju pelabuhan belum
terbenahi.
Saat ini sedang direncanakan pembangunan jalan akses menuju Pelabuhan Bagan
Asahan, yaitu jalan jurusan Bagan Asahan – Pematang Sei Baru – Lubuk Palas –
Simpang Pardomuan sepanjang 38,57 km dengan biaya diperkirakan Rp
198.944.286.194,99.
Fasilitas yang telah dibangun pada Pelabuhan Bagan Asahan, adalah:
•
Dermaga, 140 x 10 m
•
Trestel, 110 x 5 x 2 m
•
Gudang, 20 x 36 m
•
Lapangan penumpukan 5.000 m2
•
Terminal penumpang 12,5 x 42 m
•
Dan fasilitas-fasilitas pendukung
lainnya.